Berawal aku mengenalnya, canda dan tawa selalu mengisi hari-hariku.
Setiap kali aku melihat namanya di kotak pesan ku, senyumku melebar, raut wajahku memerah. Begitu pula pada saat aku bertemu sosoknya yang dapat membuatku terpana, dan detak jantungku berdegup lebih cepat dari pada biasanya seperti mengisyaratkan bahwa aku menyukainya. Tapi dilubuk hatiku yang paling dalam ada rasa bimbang yang ingin aku ceritakan. Pikiranku terus bertanya-tanya, "adakah aku dihatinya?". Aku dengan dia semakin dekat, ia menyatakan perasaannya kepadaku. Sungguh aku tak percaya bahwa ia memiliki perasaan yang sama denganku. Sekarang, ia menjadi bagian hidupku. Aku sangat bahagia menjalani kisah dengannya. Berjalannya waktu, aku merasakan ada yang berbeda dari biasanya. Perubahan sikapnya yang semakin jauh denganku membuat aku mencari alasan mengapa iaberubah. Ternyata, apa yang aku rasakan, benar. Saat aku memegang handponenya, nada dering berbunyi yang bertanda ada pesan singkat dihandponenya Terlintas keingintahuanku dengan percakapan mereka pun semakin aku rasakan. Seusai aku melihat, perasaanku bercampur aduk. Pesan kalimat yang dikirim oleh seorang wanita yang aku kenal mengirim balasan yang membuat aku kaget. Seusai aku bertanya pria yang aku sayang ingin menjemput wanita tersebut.Aku ingat daulu ia memberitahuku bahwa wanita tersebut adalah wanita yang ia suka sebelum ia menyukaiku. Terkikis perasaanku bila mengingat hal itu. Seusai aku membaca pesan tersebut, Aku ingin tahu alasan mengapa ia melakukan hal itu. Ternyata benar, ia masih menyukai wanita tersebut. Perasaanku saat itu tak dapat aku ungkapkan setelah mendengar hal itu.Diam yang dapat aku lakukan
. Saat itu pun aku memutuskan tidak menjalani kisah dengannya lagi. Terkadang aku harus benar-benar mengikhlaskan sesuatu yang berharga menjadi milik orang lain. Aku sadar tak selamanya aku mengenggam tangannya menjalani kehidupan bersama-sama. Sekarang, aku tidak bisa meraihnya. Ia bukan milikku, bukan kepunyaanku lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar