SI Unyil hadir pertama kali di televisi tahun 1981 dan sukses bertahan selama 12 tahun. Serial itu tayang setiap Minggu pagi di TVRI. Selepas itu, tayangan Si Unyil berpindah-pindah stasiun TV tetapi tetap mempertahankan boneka dengan karakter tokoh-tokoh buatan Suyadi itu yang menjadikannya khas.
Keberagaman yang ada di Indonesia seperti suku, agama, budaya bisa kita lihat melalui cerita tokoh-tokoh Si Unyil.
Pencipta boneka si Unyil, Drs Suyadi alias Pak Raden, punya cerita di balik sosok Unyil yang memakai sarung dan peci. Menurut Pak Raden, sarung dan peci disematkan di Unyil sebagai ciri khas anak Indonesia.
“Supaya terlihat Indonesia, kasih saja peci. Kasih baju koko, selempang sarung. Supaya orang jangan mengira ini anak Filipina, anak Myanmar, atau anak mana. Kalau peci, sarung itu pasti Indonesia,” kata Pak Raden, Ahad, 11 Maret 2012.
“Unyil tuh anak Indonesia. Dia enggak boleh mancung. Dia enggak boleh putih. Harus sawo matang. Raut mukanya harus Indonesia. Jangan sampai mirip indo-indo. Itu dari visual bentuknya,” ujar Pak Raden.
Keberagaman yang ada di Indonesia seperti suku, agama, budaya bisa kita lihat melalui cerita tokoh-tokoh Si Unyil.
Pencipta boneka si Unyil, Drs Suyadi alias Pak Raden, punya cerita di balik sosok Unyil yang memakai sarung dan peci. Menurut Pak Raden, sarung dan peci disematkan di Unyil sebagai ciri khas anak Indonesia.
“Supaya terlihat Indonesia, kasih saja peci. Kasih baju koko, selempang sarung. Supaya orang jangan mengira ini anak Filipina, anak Myanmar, atau anak mana. Kalau peci, sarung itu pasti Indonesia,” kata Pak Raden, Ahad, 11 Maret 2012.
“Unyil tuh anak Indonesia. Dia enggak boleh mancung. Dia enggak boleh putih. Harus sawo matang. Raut mukanya harus Indonesia. Jangan sampai mirip indo-indo. Itu dari visual bentuknya,” ujar Pak Raden.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar