Sabtu, 23 Juni 2018

Perkembangan Game DotA (DotA Allstars - DOTA 2)

Defense of the Ancients (atau disingkat DotA 1) adalah permainan peran daring multipemain masif dengan arena modifikasi (custom map) untuk permainan komputer buatan Blizzard berjudul Warcraft III: Reign of Chaos, dan expansinya Warcraft III:Frozen Throne, yang dibuat berdasarkan map "Aeon of Strife" dari permainan Blizzard lainnya, StarCraft.


Tujuan utama permainan ini adalah untuk menghancurkan "Ancient" musuh, sebuah struktur bangunan yang dijaga ketat di pojok kiri bawah atau kanan atas (yang satu untuk tim kawan dan yang satu lagi untuk tim musuh). Kedua sisi yang bertarung adalah The Sentinel (pasukan penjaga) dan The Scourge (pasukan pembinasa). The Sentinel menjaga Ancient bernama Tree of the World (pohon dunia) di pojok kiri bawah, sedangkan The Scourge menjaga Ancient bernama Frozen Throne (tahta yang membeku) di pojok kanan atas.

Pemain memainkan tokoh Hero (yang dapat dipilih dari puluhan Hero yang tersedia), dan dibantu oleh pahlawan sekutu dan anak buah—petarung (creep) yang dikontrol oleh AI. Seperti dalam permainan peran (RPG), pemain dapat meningkatkan level tokoh pahlawan mereka dan menggunakan emas untuk membeli perlengkapan selama permainan.

Permainan ini dikembangkan dengan menggunakan World Editor dari permainan Warcraft III: Reign of Chaos, dan diubah dengan dirilisnya The Frozen Throne.
Terdapat berbagai konsep dasar, dengan yang paling populer adalah DotA Allstars, yang diurus oleh beberapa pembuat map selama pengembangan.


 DotA pertama kali dibuat oleh Eul, Eul itu hanya sebuah nickname atau nama samara. Map DotA yang pertama kali dibuat oleh Eul adalah map 0.95, sayangnya Eul berhenti membuat map DotA, meskipun DotA disambut antusias terutama oleh gamers Amerika, tetapi pembuatan map DotA selanjutnya diteruskan oleh Guinsoo. Ditangan Guinsoo ada beberapa perubahan baik dalam hero, ability hero, stats hero, item dan lain – lain. Pada masa itu muncul 2 barang baru yaitu Guinsoo Schyte dan Eul Scepter of Divinity (kedua nama barang ini disamakan dengan nama pembuat mapnya).

Selepas 5.84c praktis Dota Allstart mandek, tak ada hal yang baru karena baik Guinsoo maupun True.Rus tidak melanjutkan proyek mereka. Kemudian seorang bernama Ice Frog muncul, kemunculan Ice Frog pun bagaikan sinar dalam game DotA. Ditangan Ice Frog DotA terus berkembang hingga versi sekarang.

DotA merupakan permainan yang melibatkan kefokusan, strategi dan kerjasama tim, serta dapat dimainkan hingga 10 orang, dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Sentinel dan Scourge.

Game ini sangat berorientasi pada kerjasama kelompok. Meskipun demikian, ada beberapa hero yang bila dimainkan dengan baik dan diberikan cukup banyak waktu untuk meningkatkan level dapat mengubah jalannya permainan secara signifikan dengan sendirian. Perbedaan popularitas Blizzard dan DotA yang melebihi permainan Warcraft mereka sendiri sehingga telah memasuki Hall of Flame Battlenet Blizzard, DotA sendiri sering menjadi salah satu jenis permainan yang dipertandingkan di Turnament dunia, seperti Blizzard’s Blizzcon Convention pada tahun 2005, World Cyber Games. Dan World Cyber Games Asian Championships di hampir semua kawasan Asia termasuk Indonesia. Di Indonesia dan beberapa Negara lainnya DotA telah mengambil alih popularitas sebagai permainan yang paling sering dimainkan dari kaum muda hingga dewasa.

Dan sekarang Valve (perusahaan game besar di amerika) yg telah membuat game Counter Strike sekarang telah bekerja sama dengan icefrog yg sekarang telah larih game yg bernama Dota2.


Di dunia game, Valve Corporation telah berkembang menjadi salah satu publisher (dengan kesuksesan distribusi jaringan Steam) dan developer game (Half-Life, Portal, Team Fortress, etc) terbesar di dunia saat ini. Dari sisi pengembangan game, kualitas selalu diutamakan daripada kuantitas. Hal ini terutama dapat kamu lihat dari karya terakhirnya, Dota 2 yang masih terus dikembangkan. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 1996, game keluaran Valve selalu dirilis secara perlahan dan disempurnakan sebelum dilepas ke pasaran. Gamer bahkan membuat istilah “Valve Time” untuk menyebut jangka waktu antara tanggal rencana rilis hingga ke tanggal rilis sesungguhnya.

Pada tahun 2009, IceFrog dipekerjakan oleh Valve Corporation untuk melajutkan pengembangan DotA: All Stars. Setahun kemudian, Valve mengumumkan kehadiran DOTA 2 dan mengamankan brand tersebut sebagai kekayaan intelektual. Namun, Valve tidak memperkenalkan DOTA 2 sebagai MOBA, melainkan sebagai action real-time strategy (ARTS) karena IceFrog tidak begitu menyukai istilah MOBA. Nah, DOTA 2 inilah yang merupakan satu game, bukan mod lagi.

Sayang banget nih Blizzard seakan-akan kecolongan gitu sama Valve. Namun, Blizzard tidak tinggal diam, karena perusahaan itu pun telah mengumumkan sebuah game ber-genre MOBA yang masih dalam pengembangan dengan judul Heroes of the Storm pada BlizzCon 2013. Game tersebut merupakan kombinasi dari seuruh games buatan Blizzard antara lain Diablo III, StarCraft II: Heart of the Swarm dan beberapa lainnya, dengan karakter-karakter antara lain Arthas, Kerrigan, Diablo dan beberapa lainnya.

Sumber Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar